Ketela pohon atau biasa disebut dengan singkong di Indonesia menjadi bahan pangan pokok setelah beras dan jagung. Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, ketela pohon/singkong dijadikan bahan dasar pada industri makanan dan bahan baku industri pakan, selain itu digunakan pula pada industri farmasi.
Pertumbuhan baik pada daerah yang memiliki curah hujan 1.500 – 2.500 mm/tahun, dengan temperatur minimal 10 o C, kelembaban udara optimal antara 60% – 65% dan membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis sekitar 10 jam/hari.
· Pengolahan lahan
· Gemburkan tanah dan buat bedengan dengan ukuran 1 x 2 meter, kemudian berikan pupuk kompos atau kandang ± 2 kg pada titik penanaman.
Buat larutan Golden Harvest(2 liter : air max 400 liter) diamkan sebentar, kemudian berikan larutan Golden Harvest sebanyak 80 ml untuk setiap titik penanaman. Tahap ini diperlukan Golden Harvest sebanyak 2 liter per hektar. Kemudian biarkan selama 3 hari.
· Penanaman
· Sebelum ditanam, rendam bibit dengan larutan Golden Harvest ( 100 ml : air 10 liter) selama 3 – 4 jam.
· Tanam bibit singkong dengan kedalaman 1/3 bagian stek tertimbun tanah.
· Pemupukan
· Setelah 10 hari setelah tanam berikan campuran pupuk Urea sebanyak 35 kg, TSP 60 kg dan KCL 35 kg pada lahan 1 Ha. Asumsi bila 1 Ha lahan terdapat 5.000 pohon berarti 1 pohon diberikan campuran pupuk ± 30 gram.
· Usia 2 bulan, Berikan larutan Golden Harvest (2 liter Golden Harvest : air max 400 liter) disekitar perakaran ± 80 ml untuk setiap pohon. Tahap ini kebutuhan Golden Harvest sebanyak 2 liter/Ha.
· Pemberian Pupuk anorganik lanjutan pada umur tanaman 60 – 90 hari berupa campuran pupuk Urea sebanyak 70 kg dan KCL sebanyak 70 kg. Asumsi bila 1 Ha lahan terdapat 5.000 pohon berarti 1 pohon diberikan campuran pupuk ± 30 gram.
· Usia 4 bulan, Berikan larutan Golden Harvest (2 liter Golden Harvest : air max 400 liter) disekitar perakaran ± 80 ml untuk setiap pohon.
· Usia 6 bulan, Berikan larutan Golden Harvest (2 liter Agrobost : air max 400 liter) disekitar perakaran ± 80 ml untuk setiap pohon.
· Penyiraman
· Kondisi lahan Ketela pohon dari awal tanam sampai umur + 4–5 bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab, tidak terlalu becek. Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman. Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung akan tetapi cara ini dapat merusak tanah. Sistem yang baik digunakan adalah system genangan sehingga air dapat sampai ke daerah perakaran secara resapan. Pengairan dengan sistem genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan.
Perhatian!
Aplikasi Golden Harvest jangan bersamaan dengan pupuk kimia atau pestisida. Berikan tenggang waktu selama 3 hari
dear,
salam freedom
Saya mau tanya soal pemakaian tiens golden harvest untuk Pohon rambutan.
saya butuh secepat nya,mohon bantuan nya yah.
thanks
best regard,
maey
salam
jika sudah memakai cara spt diatas dan dipupuk dengan golden harvest, berapa perkiraan hasil ubi per pohon pada usia panen ( 7 ~ 8 bulan)
Trims
salam kemajuan,
setelah baca literatur di atas, saya jadi penasaran dengan menggunakan konsep golden harvest dalam jangka waktu berapa bulan bisa dipanen dengan target panen per pohon yang dihasilkan berapa kg?
sememtara demoplot yang pernah kami lakukan dengan konsep yang kami susun tanpa agrobost, selama 10 bulan singkong darul hidayah mampu menghasilkan 40-50kg/pohon.
mohon jawabannya, terimakasih
Terimakasih pak Solih.. peningkatan hasil bisa mencapai 60 – 80 kg/pohon.
Silahkan pak bapak coba untuk 1 liter saja. Kemudian bapak akan melihat hasilnya. Jika memang tidak bagus bapak tidak perlu melanjutkan
cuman kalau bagus gimana ya?
Karena ada orang yang hanya menghujat tanpa memberikan bukti terlebih dahulu. Saya tidak tau apakah budaya ini masih akan tetap kita pertahankan?
Salam