Feeds:
Tulisan
Komentar

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan mengenai Teknologi Golden Harvest yang sering dilontarkan oleh para petani/pekebun yang kami rekam dan kemudian kami sajikan pada website ini, dengan harapan dapat menjadi pengetahuan dan manfaat bagi para pembaca/pengunjung website kami khususnya dan para petani pada umumnya.

# Apa itu Golden Harvest Teknologi?
Teknologi berwawasan lingkungan dalam bidang pertanian yang berguna untuk menyuburkan tanah dan tanaman serta menjaga keseimbangan sifat fisik, kimia dan biologi tanah, dengan menggunakan mikroorganisme indegenous.

# Teknologi ini menggunakan media apa?
Kami menamakan Golden Harvest, berbentuk cairan yang dibuat dalam laboratorium mikrobiologi dengan teknologi AGPI (Agricultural Growth Promoting Inoculants) kemudian dengan peralatan khusus formula ini diperbanyak, sehingga kecil kemungkinan dapat dipalsukan.

# Apa kandungan formula Golden Harvest itu?
Hormon tumbuh IAA (Indole Acetic Acid), Azospirillum sp, Azotobacter sp, Mikroba pelarut P, Lactobacillus sp, Mikroba pendegrasi selulosa. Mikroba tersebut merupakan mikroba indigenous, yaitu mikroba tanah setempat yang sangat berguna untuk penyubur tanah secara biologi. Selain itu terdapat beberapa unsur lain yang tidak kami tampilkan (Rahasia Perusahaan) terdapat dalam Golden Harvest sehingga menjadikan Golden Harvest ini memiliki keunggulan dari produk sejenis lainnya.baca formula lengkap

#Apa fungsi dari unsur-unsur tersebut?
Hormon tumbuh berfungsi untuk memacu pertumbuhan akar, batang dan daun serta buah, terdapat mikroorganisme penambat Nitrogen, mikroba pelarut phosphor dan pendegrasi selulosa, selain itu berfungsi juga untuk memudahkan penyerapan unsur hara oleh tanaman.

#Mengapa teknologi ini disebut ramah lingkungan?
Kandungan yang terdapat dalam Golden Harvest ini adalah dari unsur hayati (mahluk hidup) yang aman bagi pemakainya, kemudian terdapat mikroba yang mampu untuk menguraikan pestisida dan zat berbahaya lainnya yang jatuh ke tanah.

#Tanaman apa saja yang dapat menggunakan Teknologi Golden Harvest?
Semua tanaman dapat menggunakan Teknologi Golden Harvest, misalnya tanaman Pangan, tanaman Hortikultura, tanaman Perkebunan maupun tanaman Hias. Hanya saja dosis yang digunakan berbeda.

# Apakah setelah menggunakan Pupuk Hayati Golden Harvest ini pupuk kimia atau kandang tidak perlu diberikan?
Lahan pertanian yang ideal harus memenuhi syarat kesetimbangan, yaitu unsur fisik (bajak/cangkul), kimia (pupuk kimia maupun kandang) dan biologi (mikroorganisme). Jadi lahan pertanian tetap harus diberikan Pupuk (kimia atau kandang), tetapi penggunaanya dikurangi sampai dengan 50% dari biasanya (pertanian konvensional, tanpa Golden Harvest).

# Bisakah penggunaan Golden Harvest ini di campur dengan pupuk kimia atau dengan pestisida?
Tidak boleh!
Penggunaan Golden Harvest tidak boleh dicampur dengan pupuk kimia maupun pestisida, hal ini dikarenakan kandungan yang terdapat dalam Golden Harvest merupakan mahluk hidup, apabila penggunaannya disatukan dengan unsur-unsur kimia menyebabkan mikroorganisme tersebut tidak akan bekerja secara optimal.

# Berapa hari masa tenggang penggunaan Golden Harvest ini dengan penggunaan pupuk kimia?
3 sampai dengan 5 Hari, boleh Golden Harvest dulu atau pupuk kimia dulu.

#Bagaimana cara penggunaan Teknologi Golden Harvest ini?
Caranya sangat mudah, cukup disemprotkan pada tanah disekitar tanaman dengan dosis 100ml untuk satu tanki sprayer ukuran 15 liter, atau dengan cara disiramkan pada tanaman dengan dosis 10ml Golden Harvest untuk 2 liter air.

# Apa yang terjadi apabila dosis yang diberikan pada tanaman kelebihan?
Tidak masalah, apabila dosis yang diberikan terlalu banyak tidak akan membuat tanaman itu mati, malahan tanaman semakin subur.

# Apakah teknologi Golden Harvest Perikanan dapat diterapkan pada budidaya lobster air tawar, belut/sidat dan lele?
YA!,
Teknologi ini tidak saja untuk budidaya tambak air payau tetapi dapat juga untuk air tawar, hanya saja bagian dasar kolam harus berupa tanah/lumpur. untuk keterangan lebih lanjut silahkan konsultasi ke team kami

“Teknologi Ramah Lingkungan perpaduan pupuk kimia dan Agricultural Growth Promoting Inoculant . Sebuah terobosan bagi peningkatan produksi padi dan menghemat pupuk Urea, SP36, KCL, dan NPK sebesar 50%.”

Tantangan Produksi Padi Nasional
Sistem produksi pertanian kita dalam 40 tahun terakhir hanya mengandalkan peningkatan kesuburan kimia saja, padahal kesuburan tanah merupakan keseimbangan antara kesuburan fisik, kimia dan biologi. Akibatnya sekarang kesuburan biologi tanah merosot drastis dicirikan dengan kandungan humus tanah yang rendah (sekitar 1%).

Pengembalian kesuburan biologi ini dapat dilakukan dengan penambahan kompos atau pupuk kandang. Namun demikian hal ini sulit dilakukan petani karena jumlah kompos atau pupuk kandang yang dibutuhkan jumlahnya besar (minimum 5 ton/ha/musim tanam). Tentu pengadaan kompos sebanyak itu sangat sulit bagi petani. Kalaupun ada, biayanya menjadi mahal, selain penggunaannya tidak praktis.

Di sisi lain kebutuhan pupuk kimia (urea, sp36, KCL, dll) setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Data menunjukkan kebutuhan urea untuk lahan padi mengalami kenaikan 8,5% -10% per tahun. Sementara, kapasitas produksi pabrik pupuk nasional tidak memenuhi kebutuhan. Situasi ini diperparah dengan problematika sistem tata niaga dan distribusi pupuk, khususnya urea. Sehingga, setiap musim tanam selalu terjadi kelangkaan urea dan gejolak harga yang menyulitkan petani.

Perlu diketahui bahwa dalam komponen produksi padi, pupuk menjadi faktor penentu keberhasilan, yakni mencapai 55%. Dengan kendala sulitnya petani memperoleh suplai pupuk yang memadai, baik harga, jumlah, maupun ketepatan waktu, dibutuhkan suatu terobosan strategis di tingkat kebijakan pemerintah maupun inovasi teknologi.

Teknologi Pupuk Biologi Mikroba
Untuk menjamin kelangsungan produksi padi dan mengurangi ketergantungan impor, maka terobosan teknologi merupakan suatu keharusan. Golden Harvest, adalah produk teknologi pupuk biologi yang telah menjalani uji lapangan di berbagai sentra produksi padi sejak 1998.

Pupuk biologi yang diproduksi PT SMS Indoputra & dipasarkan melalui Tianshi ini memiliki kandungan Agricultural Growth Promoting Inoculant, suatu inokulan campuran yang berbentuk cair, mengandung hormon tumbuh dan berbahan aktif bakteri penambat N2 secara asosiatif, mikroba pelarut P dan penghasil selulase.

Beberapa jenis mikroba penting yang dibutuhkan dalam proses penyuburan tanah secara biologi antara lain Azospirillum, Azotobacter, Mikroba Pelarut P, Lactobacillus, Mikroba Pendegradasi Selulasa, Hormon Tumbuh Indole Acetic Acid,dan Enzim Selulase.

“Jenis-jenis mikroba dan enzim tersebut dapat bekerja secara maksimal sehingga terjadi penghematan penggunaan pupuk kimia. Sedangkan hormon tumbuh, dengan dosis tinggi memacu pertumbuhan dan jumlah anakan padi. Peningkatan jumlah anakan padi, secara otomatis meningkatkan kapasitas produksi,” kata Amal Alghozali, Direktur PT SMS Indoputra pada acara panen raya padi organik di Subang Sabtu 18/3.

Penerapan teknologi Golden Harvest
Pada padi sawah akan menghemat penggunaan pupuk kimia sebesar 40-60%. Data juga menunjukan, pupuk biologi Golden Harvest mampu mengatrol kenaikan hasil panen antara 20 – 40 % dari cara konvensional. Jika penggunaan teknologi ini secara massal, maka cita-cita swasembada pangan akan mudah tercapai. Dengan demikian tidak perlu lagi impor beras yang kontroversial.

Menekan penggunaan Pupuk
Penggunaan pupuk (anorganik maupun kandang) dapat dikurangi sampai dengan 50%.
Meningkatkan produktivitas
Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi tanaman.
Mempercepat usia panen (relatif lebih cepat).

Ramah Lingkungan

Mikroorganisme yang terdapat dalam SMS Agrobost dapat memperbaiki fisik tanah (struktur dan agregasi) dan kimia tanah (kapasitas tukar kation) serta menambah keragaman Biologi tanah. Sekaligus menjaga kesuburan tanah.
Unsur yang digunakan merupakan unsur hayati yang aman untuk digunakan.
Terdapat mikroba yang mampu untuk menguraikan pestisida/racun yang mengendap di tanah.

Manfaat Lain

Terdapat mikroba mempunyai kemampuan menambat Nitrogen dari udara bebas, juga terdapat mikroba pelarut Phosphor dan Kalium. Tanah pertanian kita umumnya memiliki kandungan P cukup tinggi (jenuh), namun unsur tersebut sedikit/tidak tersedia bagi tanaman, karena terikat pada mineral liat tanah, disinilah peranan mikroba pelarut tersebut, dengan
melepaskan ikatan P dari mineral liat
dan menyediakannya bagi tanaman. Mikroba yang mempunyai kemampuan tinggi untuk melarutkan P, umumnya juga mempunyai kemampuan tinggi dalam melarutkan K.

Jakarta (Luhur Hertanto – detikFinance – Jumat, 11/04/2008 13:59 WIB)- Ancaman krisis akibat lonjakan harga komoditas pangan, kian jelas di depan mata. Salah satu langkah antisipasi adalah meningkatkan produktifitas hasil pertanian demi mengamankan cadangan pangan nasional.

Demi menjaring masukan konkret bagi pelaksanaan kebijakan ini di lapangan, Presiden SBY mengundang perwakilan kelompok tani untuk berdialog. Acara berlangsung dalam jamuan santap siang bersama di Istana Negara,
Jakarta, Jumat (11/4/2008).

“Kita di sini bukan untuk berwacana. Saya minta masukan to the point untuk meningkatkankan produksi kita. Ahlinya (pertanian) bukan saya, tapi ahlinya adalah bapak dan ibu sekalian. Saya minta tolong benar. Sepenuhnya yang bisa menaikkan produksi adalah yang ada di ujung depan yang kepanasan, yang kehujanan. Yang mulia,” ujar presiden dalam pidato pengantar.

Dialog dan jamuan santap siang ini diikuti oleh 55 orang petani. Mereka mewakili sejumlah kelompok tani jagung, padi dan kedelai dari 12 propinsi di Indonesia.

Hadir pula pihak asosiasi produsen produk tani. Seperti produsen benih, asosiasi pupuk, himpunan masyarakat pestisida dan masyarakat pupuk organik.

Mereka didampingi oleh Ketua Umum Dekopin Adi Sasono. Turut hadir beberapa menteri dan pejabat negara terkait program ketahanan pangan.

Di antaranya adalah Mentan Anton Apriantono, Mendag Mari Elka Pangestu, Menristek Kusmayanto Kadiman, Menkop UKM Suryadharma Ali, dan Dirut BuloG Mustafa Abubakar. Hadir pula 3 menteri koordinator.

Teknologi penyubur tanah dan tanaman, dengan menggunakan pupuk hayati GoldenHarvest yang dibuat dengan teknologi Agricultural Growth Promoting Inoculant (AGPI), suatu inokulan campuran yang berbentuk cair, mengandung hormon tumbuh indole acetic acid serta mikroba indigenous (mikroba tanah setempat) asli indonesia, yang sangat dibutuhkan dalam proses penyuburan tanah secara biologi antara lain Azospirillum sp, Azotobacter sp, mikroba pelarut P, Lactobacillus sp, dan mikroba pendegradasi selulosa. Mikroba dan enzim tersebut dapat bekerja secara maksimal dan dapat mengubah unsur hara yang tadinya sulit untuk diserap tanaman menjadi unsur hara yang mudah diserap oleh tanaman sehingga penggunaan pupuk menjadi sangat efisien. Teknologi ini adalah asli Indonesia yang merupakan hasil riset bertahun-tahun dari seorang ahli biologi tanah yang bernama Dr.Ir.Lukman Gunarto MSc. beliau adalah seorang peneliti utama pada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pertanian di Bogor. Harapan Beliau dengan teknologi temuannya ini dapat menjadi manfaat bagi petani di Indonesia dan memberikan pencerahan bagi petani mengenai pertanian yang relatif murah dan ramah lingkungan.

Cara penggunaan Golden Harvest yang dikombinasikan dengan pupuk kimia:
Pembibitan :

  • Pemupukan pada bibit tanaman sangat dianjurkan, dosis dan waktu pemupukan tergantung pada usia tanaman.
  • Berikan larutan Golden Harvest (1 liter Golden Harvest : max 350 liter air) pada bibit dalam polybag sebanyak ±100ml setiap 1 bulan sekali sampai bibit tanaman berumur 16 bulan.
  • Pupuk Kimia yang diberikan adalah pupuk majemuk N-P-K-Mg (15-15-6-4 atau 12-12-17-2). Bibit berumur 4 – 6 bulan sebanyak 20gr setiap polybag, umur 7 – 12 bulan sebanyak 30 – 40 gr setiap polybag. Pemupukan dilakukan setiap bulan sekali.


Tanaman belum menghasilkan (umur 16 – 30 bulan) :

  • Berikan larutan Golden Harvest (2 liter Golden Harvest : air max 400 liter) pada sekitar pangkal batang, sebanyak ± 2 – 3 liter, ulangi setiap 4 bulan sekali. Pada tahap ini untuk satu aplikasi, Golden Harvest yang dibutuhkan sebanyak 2 liter per hektar atau per tahun dibutuhkan 6 liter.

  • Pupuk Kimia yang diberikan adalah pupuk majemuk N-P-K-Mg (15-15-6-4 atau 12-12-17-2). Pemupukan dilakukan setiap 4 bulan sekali dengan dosis 1,5kg untuk tiap pohon.
  • Asumsi 1 hektar terdapat 140 pohon, jadi kebutuhan pupuk majemuk sebanyak 210kg per hektar untuk sekali aplikasi

Tanaman sudah menghasilkan (umur 3 – 22 tahun)

  • Berikan larutan Golden Harvest (2 liter Golden Harvest : air max 400 liter) pada sekitar pangkal batang, sebanyak ± 2 – 3 liter, ulangi setiap 4 bulan sekali. Pada tahap ini untuk satu aplikasi, Golden Harvest yang dibutuhkan sebanyak 2 liter per hektar atau per tahun dibutuhkan 6 liter.

  • Pupuk Kimia yang diberikan adalah pupuk majemuk N-P-K-Mg (15-15-6-4 atau 12-12-17-2). Pemupukan dilakukan setiap 4 bulan sekali dengan dosis 1,5 – 2kg untuk tiap pohon.
  • Asumsi 1 hektar terdapat 140 pohon, jadi kebutuhan pupuk majemuk sebanyak 210 – 280kg per hektar untuk sekali aplikasi.

Perhatian!
Aplikasi Golden Harvest jangan bersamaan dengan pupuk kimia atau pestisida. Berikan tenggang waktu selama 3 hari

Ketela pohon atau biasa disebut dengan singkong di Indonesia menjadi bahan pangan pokok setelah beras dan jagung. Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, ketela pohon/singkong dijadikan bahan dasar pada industri makanan dan bahan baku industri pakan, selain itu digunakan pula pada industri farmasi.

Pertumbuhan baik pada daerah yang memiliki curah hujan 1.500 – 2.500 mm/tahun, dengan temperatur minimal 10 o C, kelembaban udara optimal antara 60% – 65% dan membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis sekitar 10 jam/hari.

· Pengolahan lahan

· Gemburkan tanah dan buat bedengan dengan ukuran 1 x 2 meter, kemudian berikan pupuk kompos atau kandang ± 2 kg pada titik penanaman.
Buat larutan Golden Harvest(2 liter : air max 400 liter) diamkan sebentar, kemudian berikan larutan Golden Harvest sebanyak 80 ml untuk setiap titik penanaman. Tahap ini diperlukan Golden Harvest sebanyak 2 liter per hektar. Kemudian biarkan selama 3 hari.

· Penanaman

· Sebelum ditanam, rendam bibit dengan larutan Golden Harvest ( 100 ml : air 10 liter) selama 3 – 4 jam.

· Tanam bibit singkong dengan kedalaman 1/3 bagian stek tertimbun tanah.

· Pemupukan

· Setelah 10 hari setelah tanam berikan campuran pupuk Urea sebanyak 35 kg, TSP 60 kg dan KCL 35 kg pada lahan 1 Ha. Asumsi bila 1 Ha lahan terdapat 5.000 pohon berarti 1 pohon diberikan campuran pupuk ± 30 gram.

· Usia 2 bulan, Berikan larutan Golden Harvest (2 liter Golden Harvest : air max 400 liter) disekitar perakaran ± 80 ml untuk setiap pohon. Tahap ini kebutuhan Golden Harvest sebanyak 2 liter/Ha.

· Pemberian Pupuk anorganik lanjutan pada umur tanaman 60 – 90 hari berupa campuran pupuk Urea sebanyak 70 kg dan KCL sebanyak 70 kg. Asumsi bila 1 Ha lahan terdapat 5.000 pohon berarti 1 pohon diberikan campuran pupuk ± 30 gram.

· Usia 4 bulan, Berikan larutan Golden Harvest (2 liter Golden Harvest : air max 400 liter) disekitar perakaran ± 80 ml untuk setiap pohon.

· Usia 6 bulan, Berikan larutan Golden Harvest (2 liter Agrobost : air max 400 liter) disekitar perakaran ± 80 ml untuk setiap pohon.

· Penyiraman

· Kondisi lahan Ketela pohon dari awal tanam sampai umur + 4–5 bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab, tidak terlalu becek. Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman. Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung akan tetapi cara ini dapat merusak tanah. Sistem yang baik digunakan adalah system genangan sehingga air dapat sampai ke daerah perakaran secara resapan. Pengairan dengan sistem genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan.

Perhatian!
Aplikasi Golden Harvest jangan bersamaan dengan pupuk kimia atau pestisida. Berikan tenggang waktu selama 3 hari

Pupuk Hayati Ramah Lingkungan, Menghemat Pupuk Kimia Hingga 50%
Formula Terbaru hasil rekayasa Bio Teknologi Modern
.

TIENS GOLDEN HARVEST berbahan aktif Mikroba Indegenous asli Indonesia ramah lingkungan (tidak mengandung logam berat As, Pb, Hg, Cd dan Mikroba Patogen, Salmonella SP) telah dipersiapkan serta dirancang untuk pembangunan dunia pertanian yang berkelanjutan.

Bahwa perpaduan TIENS GOLDEN HARVES dengan pupuk kimia akan selalu dicari dan dibutuhkan petani karena sudah terbukti dan teruji (menjadikan produktivitas tinggi dan ramah lingkungan).

Kandungan TIENS GOLDEN HARVEST :

  1. Azatobacter sp 2,0 x 107 – 105 sel/ml
  2. Mikroba pelarut fosfat 3,0 x 107 – 105 sel/ml
  3. Azospirillum sp 2,3 x 108 – 105 sel/ml
  4. Mikroba Pendegradasi Selulose 3,5 x 107 – 104 sel/ml
  5. Lactobacillus sp 1,5 x 104 – 103 sel/ml
  6. Pseudomonas sp 1,7 x 106 – 104 sel/ml
  7. P=34,70 ppm; K=1700 ppm C Organik=0,92%; N=0,04% FE=44,3ppm; Mn=0,23 ppm Cu 0,85 ppm Zn=3,7 ppm

Keuntungan Menggunakan TIENS Golden Harvest
1. Hasil Panen akan meningkat 20% s/d 50% dari biasanya (menjadi optimal)
2. Penggunaan pupuk kimia lebih hemat 50% dari biasanya
3. Mampu menguraikan pestisida (residu s/d 50%) dan mengurangi tumbuhnya gulma

Untuk Perhatikan
1. Penggunaan TIENS Golden Harvest jangan dicampur dengan pestisida / pupuk kimia
2. Pemakaian TIENS Golden Harvest tidak boleh bersamaan dengan pupuk kimia, beri tenggang waktu 2 s/d 5 hari.
3. TIENS Golden Harvest diberikan lebih dahulu 3 s/d 5 hari sebelum pupuk kimia ditaburkan.

Pupuk hayati TIENS GOLDEN HARVEST sangat bagus untuk perkebunan sawit, karet, cengkeh, padi, singkong, jagung, tembakau, dll.

Anda Pemiliknya

Dulu,
hanya produsen atau pemilik modal besar saja
yang bisa mempunyai supermarket.
Karenanya, hanya mereka saja
yang bisa mendapat keuntungan
ketika orang berbelanja di supermarket.

Dulu,
Mungkin hanya impian bagi kita
yang tidak bermodal besar
untuk bisa mendapat keuntungan
ketika orang lain berbelanja
kebutuhan harian dan bulanan mereka.

Kini,
Ketika orang membeli kecap favorit mereka,
membeli sabun, membeli susu anak,
membeli handuk, cokelat kesayangan,
voucher handphone,
ketika orang melakukan belanja bulanan,
Anda bisa mendapatkan keuntungan dari transaksi tersebut.
Bagaimana mungkin ?

Ya,
Semua jadi mungkin
karena kini BannerStore
Supermarket TIENS
yang menjual kebutuhan harian
dengan merek dagang yang ada di pasaran luar
dengan sistem networking.
Setiap pembelanjaan Anda dan jaringan,
akan memberikan kontribusi total grup sales (TGS)
dan juga bonus.

Kini,
memiliki supermarket dengan modal kecil bukan impian,
hanya dengan Rp. 85000,- saja.

Catat rencana belanja bulanan Anda.
Belanjakan di BannerStore.
Jika terduplikasi, TGS dan bonus Anda akan MELEDAK!!!

Buat daerah yang belum didirikan BannerStore.
Bangun jaringan sebesar-besarnya.
Begitu BannerStore berdiri di kota Anda,
omzet Anda akan MELEJIT !!!

Di Indonesia,
BannerStore telah berdiri di kota Jakarta dan Bali.
Akhir tahun ini akan berdiri di Surabaya dan Bandung.
Tahun depan akan berdiri di Yogyakarta.
Dan akan berdiri di kota-kota lain di Indonesia… termasuk Pekanbaru diperkirakan bulan Juni 2008
Nantikan informasi berikutnya di weblog ini !!!

Rencananya akan dibangun 1000 supermarket di sekitar 150 negara.
Tidak main-main, TIENS melibatkan orang-orang tenaga asing dari mancanegara untuk men-setup ini dan diharapkan, TIENS akan menjadi Network Marketing pertama yang masuk FORTUNE 500.
Ini adalah inovasi yang luar biasa !!!

Konsep Bisnis

TIENS = Kesehatan + Network Marketing + Retail Market

Konsep usaha yang paling dicari abad ini.
Dengan join Rp. 85.000,- berarti Anda sudah menjadi pemilik dari BANNER STORE (Supermarket TIENS).

Lalu apa lagi yang harus dilakukan ?
Kebanyakan orang yang sudah sukses segera menjadi *3 dengan melakukan pembelanjaan pribadi hingga mencapai nilai Rp. 2.000.000,-.
Akan tetapi apabila Anda merasa 2 juta rupiah itu mahal, cukup join 85 ribu rupiah saja.

Apakah bisa dengan 85 ribu kita jadi suskses di bisnis ini ?
sangat mungkin, tapi memerlukan waktu yang agak lama daripada kita langsung join di *3 (dengan melakukan pembelanjaan pribadi hingga mencapai 2 juta rupiah).

Mengapa demikian ?
Dengan adanya BANNER STORE, maka kita dapat melakukan BELANJA BULANAN di sana. Dengan demikian kita akan mendapatkan omzet 10% dari pembelanjaan yang kita lakukan.

Apabila Anda setiap bulan melakukan pembelanjaan pribadi senilai Rp. 1.000.000,- di BANNER STORE, maka Anda akan mendapatkan omzet Rp. 100.000,-.
Dalam waktu tidak lebih dari 2 tahun Anda sudah menjadi seorang *3.

Apabila semua jaringan Anda adalah *1 dan melakukan pembelanjaan di BANNER STORE, maka dalam waktu 2-3 tahun, Anda akan menjadi seorang GOLD LION.

Ingat !!!
Tidak semua orang melakukan pembelanjaan bulanan sebesar 1 juta rupiah, pasti ada yang melebihi nominal tersebut. Dengan demikian kesempatan kita untuk menjadi GOLD LION menjadi semakin cepat.

Sekarang bukan zamannya lagi bisnis Networking mahal, karena TIENS sudah menggabungkan konsep NETWORK MARKETING dengan konsep RETAIL MARKET.

NETWORK MARKETING + RETAIL MARKET
= BANNER STORE TIENS

Tulisan Sebelumnya »